Kategori
Tanaman

Cara Budidaya Tanaman Lidah Buaya Di Pot

Egyptmaritime – Tanaman lidah buaya merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, tidak hanya sebagai obat luar seperti penyembuhan luka, menghilangkan ketombe atau jerawat di wajah, tetapi juga bisa menjadi obat alternatif berbagai jenis penyakit seperti maag, diabetes, herpes, dan lain-lain.

Begitu besar manfaat dari lidah buaya membuat tanaman ini banyak dibudidaya oleh masyarakat. Selain digunakan untuk usaha kecantikan seperti perawatan kulit dan rambut, tanaman ini dibudidaya karena bisa dijadikan makanan dan minuman kesehatan yang banyak digemari.

Dalam pembudidayaannya, lidah buaya termasuk tanaman yang sangat mudah dikembangkan. Tak hanya untuk skala bsar di lahan yang luas, tanaman ini juga bisa dibudidayakan di lahan sempit dan terbatas seperti halaman pekarangan, di teras depan rumah, atau bahkan pot kecil. Bagaimana cara budidaya tanaman lidah buaya di pot, berikut ulasannya.

Siapkan Polybag

Sebelum membudidayakan tanaman asli Afrika ini, pertama-tama siapkan terlebih dahulu polybag sebagai tempat menanam tanaman lidah buaya. Ukuran polybag sebaiknya tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, karena penggunaan polybag hanya untuk sementara. Ukuran polybag yang pas untuk bibit lidah buaya adalah berdiameter 28 cm.

Siapkan Media Tanam

Media tanam di sini berarti tanah yang digunakan. Berbeda dengan tanaman lain yang menggunakan media tanam yang berasal dari tanah gembur atau tanah basah. Lidah buaya adalah tanaman yang tidak menyukai air, jadi tanah yang tepat untuk media tanamnya adalah tanah kering.

Tentu saja, jika Anda kesulitan mencari tanah kering, Anda bisa menggunakan tanah yang dicampur seperti pasir dan pupuk kandang untuk cara budidaya tanaman lidah buaya di pot. Selain campuran tersebut, ada juga campuran tanah dengan komposisi pasir, batu apung dan perlit yang juga baik untuk media tanam lidah buaya. Silahkan Anda memilih mana bahan media tanam yang lebih mudah ditemui.

Ganti dengan Pot

Tak butuh waktu lama untuk lidah buaya berkembang dan memiliki banyak tunas baru. Jika hal ini terjadi, maka segera pindahkan tanaman lidah buaya ke dalam pot. Lidah buaya yang harus segera dipindahkan di pot adalah lidah buaya dengan tunas yang telah tumbuh kira-kira 10 cm.

Tak lupa pisahkan terlebih dahulu tunasnya dengan induk tanaman agar tanaman tidak saling berebut energi. Ada baiknya Anda memilih pot yang lebar dan dalam. Gunanya agar tanaman lidah buaya dapat berkembang maksimal.

Pemilihan Bibit

Dalam budidaya tanaman lidah buaya di pot, Anda perlu memperhatikan pemilihan bibit, Anda bisa memilih tanaman lidah buaya yang masih kecil dan segar. Segar di sini artinya tidak ada bintik hitam pada daun lidah buaya tersebut.

Perhatikan Cara Penanaman

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya tanaman lidah buaya merupakan tanaman yang mudah ditanam dan dibudidaya. Seperti halnya tanaman lain, Anda bisa langsung menancapkan tanaman ini ke media tanam yang telah disiapkan.

Walau begitu, perhatikan juga agar tidak terlalu dalam dan dangkal karena hal itu akan membuat tanaman ini menjadi busuk dan mati. Selain itu, tanaman ini akan menjadi mudah patah jika besar nanti.

Penyiraman

Dikarenakan tanaman ini tidak begitu menyukai air, maka Anda tidak perlu terlalu sering melakukan penyiraman. Dan ketika melakukan penyiraman pun jangan terlalu banyak, secukupnya saja. Namun, tetap jangan sepelekan, tetap siram setiap hari agar ia dapat tumbuh dengan optimal.

Pastikan pula pot yang digunakan telah memilki lubang pembuangan, agar kelebihan air dapat dibuang sempurna dan tanaman tidak menjadi busuk.

Demikian cara budidaya tanaman lidah buaya di pot. Jangan lupa untuk tetap perhatikan posisi penyimpanan tanaman, karena tanaman ini harus tetap disimpan di tempat yang teduh namun dapat terkena matahari secara langsung. Tujuannya agar ia dapat berfotosintesis dengan sempurna dan dapat tumbuh dengan optimal.

Kategori
Tanaman

Cara Budidaya Jahe Merah Yang Baik Dan Benar

Egyptmaritime – Saat ini masyarakat cenderung kembali ke alam atau back to nature. Kebutuhan herbal menjadi meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat pada kehebatan dari produk herbal tersebut. Salah satu herbal yang sedang banyak dicari adalah jahe merah.

Jahe merah diambil dari rimpangnya yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Beberapa manfaat jahe merah adalah untuk pengobatan kanker maupun tumor dan mencegah masuk angin. Jahe merah dapat dibuat minuman yang akan menghangatkan tubuh di kala musim penghujan.

Permintaan jahe merah yang cukup banyak dan semakin meningkat ini menjadi peluang bagi petani. Apabila memiliki lahan terbatas maka cara budidaya jahe merah dapat dilakukan dengan menggunakan polybag. Cara tanam ini sangat praktis, efisien dan hemat. Mudah pemeliharaannya, hemat air dan hasil panen 80% lebih banyak merupakan keunggulan dari cara tanam polybag dibandingkan cara tanam secara konvesional.

Cara Budidaya Jahe Merah

Pembudidayaan jahe merah di polybag dapat ditata pada rak bersusun. Cara budidaya jahe merah menggunakan media polybag cukup mudah dan praktis. Namun agar pertumbuhannya optimal dan hasilnya melimpah maka ada cara khusus yang harus dilakukan.

Mempersiapkan Media Tanam

Yang harus dipersiapkan untuk metode penanaman ini adalah polybag. Kemudian polybag diisi media yang merupakan campuran dari pasir, tanah dan pupuk organik berkomposisi sama. Pupuk organik ini dibuat dari pupuk kandang fermentasi yang bermanfaat sebagai nutrisi unsur hara dan mudah diserap daripada pupuk kimia. Periksa PH tanah yang harus netral. Apabila PH tanah asam maka dapat ditambahkan kapur pertanian.

Persiapan Bibit

Bibit yang dipakai harus merupakan bibit unggul agar budidaya jahe merah dapat memperoleh panen melimpah. Ciri-ciri bibit jahe merah yang unggul adalah tua, bebas penyakit dan warna cerah. Sebelum bibit disemai harus direndam di dalam larutan fungisida kurang lebih seperempat jam untuk membebaskan dari jamur dan bakteri agar tidak membusuk.

Penyemaian Bibit

Sebelum penanaman di polybag maka bibit disemaikan dulu. Caranya, bibit diletakkan di area lembab dan mencegah sinar matahari langsung. Bibit dapat diletakkan di jerami dan ditutup jerami. Agar tetap lembab maka jerami disiram sedikit air secara berkala. Biarkan selama 2 minggu sampai tunas muncul dan siap untuk ditanam.

Penanaman Jahe Merah

Bibit yang telah mengeluarkan tunas dapat ditanam ke media polybag. Posisi mata tunas menghadap ke atas dan diposisikan berdiri. Tutup menggunakan sedikit tanah dan jerami sekitar 3 atau 5 cm saja. Bibit yang telah tertanam disiram sedikit air dan diletakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Paparan sinar matahari langsung pada cara budidaya jahe merah dapat menyebabkan tunas menguning.

Pemeliharaan Tanaman

Tanaman jahe merah disiram secara rutin pada sore hari. Apabila terdapat gulma maupun tumbuhan liar yang ada di sekitar tanaman jahe merah harus segera disiangi. Tujuannya agar nutrisi dan unsur hara dapat diserap tanaman jahe merah secara optimal. Pemupukan menggunakan pupuk organik dilakukan sebanyak 3-4 kali sampai masa panen.

Panen Jahe Merah

Masa panen jahe merah dari awal penanaman sekitar 12 bulan. Di saat inilah rimpang jahe merah sudah tua dan beratnya ideal. Proses pengambilan rimpang untuk media tanam di polybag tinggal merobeknya dan mengambil rimpang kemudian dicuci bersih dan dikeringkan.

Cara budidaya jahe merah memiliki peluang yang sangat besar seiring dengan banyaknya minat masyarakat untuk kembali ke alam. Apabila memiliki lahan yang terbatas tidak menjadi masalah dan dapat menggunakan media tanam dari polybag.