Kategori
Tanaman

Macam-macam Tanaman Hias dan Harganya

Egyptmaritime – Pernahkah Anda bermimpi memiliki rumah dengan taman hijau yang asri? Atau mungkin sebuah rumah kecil yang memiliki taman depan yang hijau dengan sedikit tanaman hias. Rumah sederhana dengan taman kecil tentu akan terlihat lebih bagus dan sejuk. Di saat stres di tempat kerja, Anda bisa bersantai bersama keluarga di taman sederhana. Untuk menghias taman, selain halaman rumput tentunya dibutuhkan tanaman hias. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang macam-macam jenis tanaman hias dan harganya. Bunga yang digunakan sebagai tanaman hias mudah ditanam, indah dan tidak beracun. Simak saja ulasannya Bunga Papan Makassar berikut ini.

Berbagai jenis tanaman hias dan harganya

Tanaman hias yang dipilih sebagai pemanis buatan sendiri memang ide yang menarik. Namun, kehadiran bunga atau tanaman tidak hanya sebagai pemanis, tetapi juga memberikan efek mendinginkan. Berikut ini macam-macam tanaman hias dan harganya yang menjadi favorit keluarga Indonesia.

Bunga Mawar

Bunga ini tidak hanya terlihat cantik dengan susunan kelopak bunga yang saling bertautan, tetapi juga memiliki aroma yang harum. Bunga mawar selalu dilambangkan sebagai simbol cinta dan persahabatan. Ada sekitar 100 jenis bunga mawar yang bisa Anda tanam dengan berbagai pilihan warna. Selain dinikmati keindahannya, bunga ini juga bermanfaat bagi kesehatan seperti melembapkan kulit, menghilangkan stres, dan lain-lain. Sebuah biji mawar biasanya dijual dengan harga mulai dari Rp25.000.

Bunga Anggrek

Anggrek dikenal sebagai bunga “puspa pesona”. Bunga ini merupakan bunga khas Indonesia yang memiliki sekitar enam ribu spesies, termasuk anggrek yang paling langka yaitu anggrek hitam. Di Indonesia, bunga ini sering digunakan untuk melambangkan kesempurnaan, kemewahan dan cinta. Bunga ini pertama kali ditemukan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Dr CL Blume. Bibit bunga anggrek biasanya berharga sekitar Rp 30.000 per tanaman.

Bougenville

Bunga Bougenville bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari Brazil. Keindahan bunga ini ada pada kelopaknya yang sangat rimbun dan menyejukkan mata. Bunga ini juga memiliki warna-warna cerah, seperti putih, pink, oranye, dan kuning. Bunga ini bisa kamu beli dengan harga sekitar Rp 30.000.

Bunga Melati

Aneka jenis tanaman hias dan hadiah selanjutnya adalah bunga cantik bernama melati. Bunga ini sangat populer di Indonesia. Keindahan bunga ini terpancar dari bentuknya yang sederhana namun indah. Selain itu, bunga ini juga memiliki aroma yang sangat harum. Di berbagai daerah, bunga ini sering digunakan sebagai bunga ritual untuk upacara adat. Bunga melati ini melambangkan kesucian. Harga bibit bunga ini sangat murah yaitu hanya Rp 5.000 saja.

Bunga Kamboja

Bunga Kamboja atau Adenium adalah tanaman berbunga indah yang sering menghiasi kebun sayur. Jenis bunga cantik ini juga sangat beragam, ada kincir angin adenium, air terjun adenium dan masih banyak lagi yang lainnya. Bunga yang sering dijadikan hiasan rambut khas Bali ini dijual seharga Rp25.000 per tanaman.

Referensi: Karangan Bunga Makassar

Kategori
Tanaman

How to Grow Chili in Used Cans

Egyptmaritime – How to grow chili in used cans is an effort to use used products to make them more useful and effective.

Chili pepper itself is a very familiar type of vegetable plant that is the main spice in all Indonesian cuisines. This is what puts chili, whether it’s cayenne pepper or curly chili, at the top of the list of cooking spices still sought after in the market.

The high economic value of chilli plants makes the price of this plant always stable in the market, and even several times the price becomes very high and makes housewives complain. The solution you can do is, of course, to have your own chili plants that can be harvested all the time so that if the price of chili is high, you don’t have to worry.

Well, by using used cans, you can have your own chili plants at home. The steps are also quite easy and you can definitely do it yourself.

Preparation of used cans

The next step or step is to prepare the used boxes so that they are ready for use.

Cans must first be washed. Basically all types of boxes can be used, especially used formula boxes that are the right size and diameter for the seed containers. After washing, make a hole in the bottom of the canister for the water to flow out afterwards so that the medium does not become muddy.

Sterilize the cans to be free of contaminants by boiling the used cans in boiling water for 1 hour. Then immerse the can in a solution of fungicide to kill the fungus for 1 hour at a dose of 20 mg / liter. Then air dry or dry in the sun.

Filling of seed media into used boxes

The next step is to fill the planting substrate in the form of a fine mixture of soil with manure or dry compost. Stir evenly, then pour the seed medium into the used box. Fill the middle until it is full and solid. Optionally, if there are any broken bricks or gravel, it can be placed at the bottom to help aerate the medium.

Preparation of chilli seeds

While waiting for the supports to be ready, we can prepare the chilli seeds by first making a seed nursery. Seeds are sown by first planting in poly bags, then they are stored for 14 days or until the height of the plant reaches 15 cm with at least 3 true leaves. After that, the chilli seeds can be moved to used pewter pots.

Planting chilli seeds in used boxes

Once the seeds are ready, the next step is to plant the seeds in used pots. First, plug the planting hole in each used pot to a depth of 5 cm. then open the plastic seed container from the plastic bag. Then sow by planting the following chili seeds with soil attached to the roots.

It is best to transplant in the morning or evening when the weather is not too hot so that the chili seeds will adapt more easily.

Remember to water, but don’t try too much to moisten the growing medium. Place the used pewter container in a location exposed to direct sunlight, but at first after planting direct rain should be avoided.

Reference: natgeos.com

Kategori
Tanaman

Cara Anti Mainstream Buat Karangan Bunga Cilegon

Egyptmaritime – Membuat karangan bunga memang menyenangkan, apalagi jika karangan tersebut dibuat untuk orang terkasih. Beberapa orang mungkin akan memilih untuk pergi ke toko bunga seperti Florist Cilegon untuk membuat karangan bunga cilegon. Namun bisa juga membuatnya sendiri di rumah.

Berikut ini ialah tips karangan bunga cilegon yang bisa kamu aplikasikan ketika di rumah:

Cara Pertama

Bahan:

  • 1 Ikat bunga segar
  • 2 Lembar kertas roti/kertas tisu berwarna
  • 2 Lembar kertas minyak berwarna
  • 2 Lembar kertas pembungkus warna coklat
  • Selotip
  • Pita

Cara Membuat Karangan Bunga Cilegon:

  1. Letakkan kertas roti/kertas tisu dengan salah satu ujungnya menghadap ke atas seperti belah ketupat.
  2. Potong bagian samping hingga kertas membentuk belah ketupat sempurna. Potong juga ujung bawahnya agar nantinya batang bunga terlihat dari luar.
  3. Satukan kedua ujung bawah kertas hingga menutupi batang, kemudian ikat dengan selotip.
  4. Ambil kertas roti/kertas tisu berwarna lagi, lalu letakkan ikatan bunga yang sudah dibungkus kertas pertama di atasnya. Pastikan ujung kertas yang mencuat di bagian atas menghadap ke depan.
  5. Kemudian ulangi teknik melipat nomor 2 tadi.
  6. Lakukan hal yang sama dengan kertas minyak dan kertas pembungkus warna coklat. Hasil akhirnya, ujung-ujung kertas yang mencuat di bagian atas harus saling tumpang tindih.
  7. Ikat buket bunga dengan pita agar terlihat lebih rapi.

Cara Kedua

Bahan:

  • 1 Ikat bunga segar
  • 1 Lembar kertas kado
  • 1 Lembar kertas pembungkus warna coklat
  • 1 Lembar kertas tisu
  • Tali secukupnya
  • Pita plastik

Cara Membuat Karangan Bunga Cilegon:

  1. Rangkai bunga dan ikat menjadi satu rangkaian. Kemudian ikat dengan tali atau pita.
  2. Potong kertas kado menjadi dua bidang persegi panjang yang sama ukurannya. Letakkan bagian yang berwarna di atas.
  3. Susun dua lembar kertas kado dengan kertas kedua sedikit melintang menutupi kertas pertama.
  4. Potong kertas pembungkus coklat menjadi persegi panjang dengan ukuran yang lebih besar daripada kedua kertas kado tadi. Letakkan kertas searah horizontal. Kemudian letakkan kedua kertas kado tadi di tengah-tengahnya. Pastikan ujung-ujung kertas kado melebihi kertas coklat.
  5. Letakkan ikatan bunga di atasnya, kemudian tutupi bagian bawahnya dengan kertas tisu.
  6. Lipat bagian bawah kertas kado dan kertas coklat ke atas hingga menyelimuti ujung batang bunga. Pastikan kertas tisu tetap terlihat meskipun kertas kado dan kertas coklat sudah dilipat.
  7. Lipat ujung kanan kertas coklat kira-kira seukuran setengah jengkal.
  8. Kemudian lipat lagi. Pastikan lipatan kedua membentuk bagian bawah yang lebar dan bagian atas yang menyempit. Hasilnya seperti kipas yang dibuka.
  9. Lakukan teknik lipatan yang sama dengan sisi kiri. Hasil akhirnya seperti kipas yang setengah terbuka.
  10. Remas bagian bawah kertas yang sudah dilipat tadi hingga menempel pada batang ikatan bunga di dalamnya. Setelah itu ikat dengan pita.

Cara Ketiga

Bahan:

  • 1 Ikat bunga segar
  • Selotip/karet gelang
  • 1 Lembar kertas tisu/kertas minyak yang dipotong persegi
  • 1 Lembar kertas pembungkus warna coklat yang dipotong persegi (ukuran harus lebih kecil dari kertas tisu)
  • Pita atau tali berwarna

Cara Membuat Karangan Bunga Cilegon:

  1. Siapkan beberapa batang bunga dan potong batang yang terlalu panjang.
  2. Ikat bunga dengan selotip atau karet.
  3. Letakkan kertas tisu/kertas minyak membentuk belah ketupat, kemudian letakkan bunga di atasnya. Pastikan bagian ujungnya tepat berada di tengah.
  4. Selimutkan sisi kiri belah ketupat hingga menutupi batang bunga.
  5. Lipat bagian bawah kertas ke atas. Setelah itu selimutkan sisi kanan hingga menutupi sisi kiri yang sudah dilipat.
  6. Letakkan buket bunga di atas kertas cokelat, kemudian ulangi langkah-langkah yang sudah dilakukan sebelumnya dengan kertas tisu/kertas minyak.
  7. Terakhir ikat buket bunga yang sudah jadi dengan pita atau tali.

Cobalah untuk membuat rangkaian bunga seperti ini di rumah dan berikan hasilnya kepada orang terkasihmu.

Kategori
Tanaman

Cara Budidaya Tanaman Lidah Buaya Di Pot

Egyptmaritime – Tanaman lidah buaya merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, tidak hanya sebagai obat luar seperti penyembuhan luka, menghilangkan ketombe atau jerawat di wajah, tetapi juga bisa menjadi obat alternatif berbagai jenis penyakit seperti maag, diabetes, herpes, dan lain-lain.

Begitu besar manfaat dari lidah buaya membuat tanaman ini banyak dibudidaya oleh masyarakat. Selain digunakan untuk usaha kecantikan seperti perawatan kulit dan rambut, tanaman ini dibudidaya karena bisa dijadikan makanan dan minuman kesehatan yang banyak digemari.

Dalam pembudidayaannya, lidah buaya termasuk tanaman yang sangat mudah dikembangkan. Tak hanya untuk skala bsar di lahan yang luas, tanaman ini juga bisa dibudidayakan di lahan sempit dan terbatas seperti halaman pekarangan, di teras depan rumah, atau bahkan pot kecil. Bagaimana cara budidaya tanaman lidah buaya di pot, berikut ulasannya.

Siapkan Polybag

Sebelum membudidayakan tanaman asli Afrika ini, pertama-tama siapkan terlebih dahulu polybag sebagai tempat menanam tanaman lidah buaya. Ukuran polybag sebaiknya tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, karena penggunaan polybag hanya untuk sementara. Ukuran polybag yang pas untuk bibit lidah buaya adalah berdiameter 28 cm.

Siapkan Media Tanam

Media tanam di sini berarti tanah yang digunakan. Berbeda dengan tanaman lain yang menggunakan media tanam yang berasal dari tanah gembur atau tanah basah. Lidah buaya adalah tanaman yang tidak menyukai air, jadi tanah yang tepat untuk media tanamnya adalah tanah kering.

Tentu saja, jika Anda kesulitan mencari tanah kering, Anda bisa menggunakan tanah yang dicampur seperti pasir dan pupuk kandang untuk cara budidaya tanaman lidah buaya di pot. Selain campuran tersebut, ada juga campuran tanah dengan komposisi pasir, batu apung dan perlit yang juga baik untuk media tanam lidah buaya. Silahkan Anda memilih mana bahan media tanam yang lebih mudah ditemui.

Ganti dengan Pot

Tak butuh waktu lama untuk lidah buaya berkembang dan memiliki banyak tunas baru. Jika hal ini terjadi, maka segera pindahkan tanaman lidah buaya ke dalam pot. Lidah buaya yang harus segera dipindahkan di pot adalah lidah buaya dengan tunas yang telah tumbuh kira-kira 10 cm.

Tak lupa pisahkan terlebih dahulu tunasnya dengan induk tanaman agar tanaman tidak saling berebut energi. Ada baiknya Anda memilih pot yang lebar dan dalam. Gunanya agar tanaman lidah buaya dapat berkembang maksimal.

Pemilihan Bibit

Dalam budidaya tanaman lidah buaya di pot, Anda perlu memperhatikan pemilihan bibit, Anda bisa memilih tanaman lidah buaya yang masih kecil dan segar. Segar di sini artinya tidak ada bintik hitam pada daun lidah buaya tersebut.

Perhatikan Cara Penanaman

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya tanaman lidah buaya merupakan tanaman yang mudah ditanam dan dibudidaya. Seperti halnya tanaman lain, Anda bisa langsung menancapkan tanaman ini ke media tanam yang telah disiapkan.

Walau begitu, perhatikan juga agar tidak terlalu dalam dan dangkal karena hal itu akan membuat tanaman ini menjadi busuk dan mati. Selain itu, tanaman ini akan menjadi mudah patah jika besar nanti.

Penyiraman

Dikarenakan tanaman ini tidak begitu menyukai air, maka Anda tidak perlu terlalu sering melakukan penyiraman. Dan ketika melakukan penyiraman pun jangan terlalu banyak, secukupnya saja. Namun, tetap jangan sepelekan, tetap siram setiap hari agar ia dapat tumbuh dengan optimal.

Pastikan pula pot yang digunakan telah memilki lubang pembuangan, agar kelebihan air dapat dibuang sempurna dan tanaman tidak menjadi busuk.

Demikian cara budidaya tanaman lidah buaya di pot. Jangan lupa untuk tetap perhatikan posisi penyimpanan tanaman, karena tanaman ini harus tetap disimpan di tempat yang teduh namun dapat terkena matahari secara langsung. Tujuannya agar ia dapat berfotosintesis dengan sempurna dan dapat tumbuh dengan optimal.

Kategori
Tanaman

Cara Budidaya Jahe Merah Yang Baik Dan Benar

Egyptmaritime – Saat ini masyarakat cenderung kembali ke alam atau back to nature. Kebutuhan herbal menjadi meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat pada kehebatan dari produk herbal tersebut. Salah satu herbal yang sedang banyak dicari adalah jahe merah.

Jahe merah diambil dari rimpangnya yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Beberapa manfaat jahe merah adalah untuk pengobatan kanker maupun tumor dan mencegah masuk angin. Jahe merah dapat dibuat minuman yang akan menghangatkan tubuh di kala musim penghujan.

Permintaan jahe merah yang cukup banyak dan semakin meningkat ini menjadi peluang bagi petani. Apabila memiliki lahan terbatas maka cara budidaya jahe merah dapat dilakukan dengan menggunakan polybag. Cara tanam ini sangat praktis, efisien dan hemat. Mudah pemeliharaannya, hemat air dan hasil panen 80% lebih banyak merupakan keunggulan dari cara tanam polybag dibandingkan cara tanam secara konvesional.

Cara Budidaya Jahe Merah

Pembudidayaan jahe merah di polybag dapat ditata pada rak bersusun. Cara budidaya jahe merah menggunakan media polybag cukup mudah dan praktis. Namun agar pertumbuhannya optimal dan hasilnya melimpah maka ada cara khusus yang harus dilakukan.

Mempersiapkan Media Tanam

Yang harus dipersiapkan untuk metode penanaman ini adalah polybag. Kemudian polybag diisi media yang merupakan campuran dari pasir, tanah dan pupuk organik berkomposisi sama. Pupuk organik ini dibuat dari pupuk kandang fermentasi yang bermanfaat sebagai nutrisi unsur hara dan mudah diserap daripada pupuk kimia. Periksa PH tanah yang harus netral. Apabila PH tanah asam maka dapat ditambahkan kapur pertanian.

Persiapan Bibit

Bibit yang dipakai harus merupakan bibit unggul agar budidaya jahe merah dapat memperoleh panen melimpah. Ciri-ciri bibit jahe merah yang unggul adalah tua, bebas penyakit dan warna cerah. Sebelum bibit disemai harus direndam di dalam larutan fungisida kurang lebih seperempat jam untuk membebaskan dari jamur dan bakteri agar tidak membusuk.

Penyemaian Bibit

Sebelum penanaman di polybag maka bibit disemaikan dulu. Caranya, bibit diletakkan di area lembab dan mencegah sinar matahari langsung. Bibit dapat diletakkan di jerami dan ditutup jerami. Agar tetap lembab maka jerami disiram sedikit air secara berkala. Biarkan selama 2 minggu sampai tunas muncul dan siap untuk ditanam.

Penanaman Jahe Merah

Bibit yang telah mengeluarkan tunas dapat ditanam ke media polybag. Posisi mata tunas menghadap ke atas dan diposisikan berdiri. Tutup menggunakan sedikit tanah dan jerami sekitar 3 atau 5 cm saja. Bibit yang telah tertanam disiram sedikit air dan diletakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Paparan sinar matahari langsung pada cara budidaya jahe merah dapat menyebabkan tunas menguning.

Pemeliharaan Tanaman

Tanaman jahe merah disiram secara rutin pada sore hari. Apabila terdapat gulma maupun tumbuhan liar yang ada di sekitar tanaman jahe merah harus segera disiangi. Tujuannya agar nutrisi dan unsur hara dapat diserap tanaman jahe merah secara optimal. Pemupukan menggunakan pupuk organik dilakukan sebanyak 3-4 kali sampai masa panen.

Panen Jahe Merah

Masa panen jahe merah dari awal penanaman sekitar 12 bulan. Di saat inilah rimpang jahe merah sudah tua dan beratnya ideal. Proses pengambilan rimpang untuk media tanam di polybag tinggal merobeknya dan mengambil rimpang kemudian dicuci bersih dan dikeringkan.

Cara budidaya jahe merah memiliki peluang yang sangat besar seiring dengan banyaknya minat masyarakat untuk kembali ke alam. Apabila memiliki lahan yang terbatas tidak menjadi masalah dan dapat menggunakan media tanam dari polybag.