Kategori
Bisnis

Hati-hati, PayTren Bisa Jadi First Travel Jilid 2

Egyptmaritime – Perusahaan seperti Multi Level Marketing (MLM) atau yang menggunakan skema piramida dalam bisnisnya belum benar-benar mati di negeri ini. Selain banyak pengusaha yang tidak menyayangkan bisnis terlarang ini, hanya sedikit yang masih berminat menjadi anggota karena puas dengan berbagai reward yang diterimanya. Meski banyak kasus yang membuktikan bahwa model bisnis MLM jelas-jelas merupakan penipuan. Pada 2015, publik Papua memprovokasi ditemukannya kasus penipuan dengan PT. Wandermind. Model bisnis MLM yang didirikan oleh Goenarni Goenawan ini telah merenggut lebih dari 3.000 nyawa. Manfaat tak terbatas yang diperoleh PT. Keajaiban hasil penipuan mencapai Rp 262 miliar.

PT. Wondermind adalah perusahaan investasi online MLM. Siapapun yang ingin bergabung dengan PT. Wandermind diharuskan menyetor Rp 3.750.000 untuk membeli akun di situs web perusahaan. Seperti perusahaan MLM lainnya, mitra akan mendapatkan keuntungan dari keberhasilan menjual PT. Waspadai orang lain. Goenarni didakwa melakukan penipuan berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan divonis 10 tahun penjara dengan denda Rp 10 miliar. Saat ini merupakan perusahaan yang mirip dengan PT. Wondermind adalah PayTren dari Ustadz Yusuf Mansur. Saya PT. Sungguh menakjubkan, siapa pun yang ingin menjadi mitra PayTren harus menyetor Rp350.000 untuk paket dasar dan Rp9.775.000 untuk paket titanium. Setelah menyetorkan uang, mitra mendapatkan akun PayTren dan memiliki hak untuk memperdagangkan akun tersebut dengan orang lain.

Selain harus berdagang rekening untuk mendapat untung, mitra PayTren sebenarnya bisa mendapatkan keuntungan lain dengan menjual kebutuhan sehari-hari seperti pembayaran listrik, pulsa telepon, tagihan PDAM, TV berbayar, dan zakat. Namun dari berbagai transaksi online tersebut, hasil penjualan lisensinya jauh lebih menguntungkan. Karena alasan ini, sebagian besar mitra lebih fokus pada penjualan lisensi daripada penjualan pulsa, dll. Masalahnya, seperti halnya rekanan PT. Wondermind, mitra PayTren, tidak mudah menemukan mitra baru. Keuntungan yang didapat dengan merekrut partner tidak seberapa, hanya Rp 75.000. Jadi untuk mengembalikan modal Rp 350.000, Anda harus menerima minimal 5 orang. Mereka yang membeli kemasan titanium berbeda dengan yang menggunakan kemasan dasar.

Tapi itu pun tidak seberapa. Misalnya, keduanya berhasil mendapatkan 8 orang, bagi yang menggunakan paket basic mendapat Rp 700.000, sedangkan yang menggunakan paket titanium mendapat Rp 900.000. Kalau mau dapet Rp 900.000 harus dapet 8 rekanan, lalu kalau mau balik modal Rp 9.775.000, berapa orang yang harus kamu terima? Pertanyaannya, kenapa masih ada minat untuk bergabung? Ustadz Yusuf Mansur sangat pandai dalam memasarkan usahanya. PayTren menjual kepada publik tidak hanya untuk nilai bisnis, tetapi juga untuk ibadah. Karena itulah Ustadz YM menyebut PayTren sebagai bisnis syariah.

Meskipun bisnis adalah bisnis, penipuan tetap saja scam seperti PT. Keajaiban. Mengapa layak disebut sebagai scam? Pasalnya, dengan status ulama yang disandangnya, YM menjanjikan calon korban berbagai imbalan yang ingin mereka setor, seperti yang telah disebutkan di atas. Meski menurut kami logis, kami harus berusaha sekecil mungkin mencari satu partner, apalagi menutupi modal yang digunakannya untuk membeli paket titanium.

Diakui atau tidak, lagi-lagi masyarakat kita bisa dengan mudah tertipu dengan dalih agama. Itu mudah ditenangkan menurut apa yang dikatakan orang-orang berbusana Islami, dan seseorang yang selalu menyebut usulan agama, terutama mereka yang berbicara tentang pendirian terkenal seperti Yusuf Mansur. Harus disadari bahwa kaliber bisnis yang berkaitan dengan perjalanan umroh juga harus sesuai dengan hukum. Kita semua tahu betapa kejamnya Boss, kepala First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari. Keduanya tega menipu sekitar 58.682 orang Yunani.

Saran saya lebih baik bergabung dengan Forever Healthy Indonesia